• Rabu
    29 Apr
    2015

SEJARAH BERDIRINYA YAYASAN PROF. DR. H. KADIRUN YAHYA

 

Berdirinya Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya tidak terlepas dari latar belakang keilmuan pendiri Yayasan, yaitu alm. Bapak Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, yaitu ;

1. Ilmu Fisika Kimia
2. Bahasa Inggris, Jerman dan Belanda
3. Ilmu Filsafat Kerohanian dan Metafisika/Agama Islam bagian Tasawuf dan Tarekat

Dengan mendalami ilmu Filsafat kerohanian dan metafisika/agama Islam bagian tasawuf dan tarekat, beliau melihat bahwa kekuatan agama, yaitu kekuatan ayat-ayat suci Al Quran adalah tergolong ilmu yang riel seperti hukum fisika, kimia dan sebagainya, hanya mertabat dan dimensi-nya jauh lebih tinggi serta absolut dan sempurna.
Untuk mengangkat metafisika Islam ke permukaan, alm. Bapak Prof. Dr. H. Kadirun Yahya pada tanggal 27 November 1956 di Medan mendirikan AKADEMI METAPHYSIKA, dibawah suatu “Yayasan Akademi Metafisika”.
Dan tujuan dari Yayasan ini adalah;

1. Mengembangkan pendidikan dan pengajaran secara modern, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama Islam dari tingkat terendah sampai perguruan tinggi yang bersifat akademis maupun Universitas
2. Mengembangkan ajaran agama Islam berdasarkan Al Quran, Al Hadits dan Tasawuf Islam.
3. Dimaksudkan pula terbinanya insan yang berpengetahuan tinggi baik duniawi maupun akhirat dalam suasana lingkungan dan kesehatan yang lestari.


Usaha Yayasan adalah;

1. Mendirikan dan membangun sarana pendidikan dan pengajaran yang bersifat modern.
2. Mendirikan dan membangun pesantren modern, masjid dan tempat beribadah lainnya.
3. Mendirikan dan membangun rumah sakit, poliklinik, pengobatan metode dzikirullah dan sarana kesehatan lainnya.
4. Turut membantu pemerintah dalam mensukseskan kelestarian lingkungan dan kesehatan serta pembinaan generasi muda.
5. Dan lain-lain usaha guna terwujudnya maksud dan tujuan Yayasan tersebut diatas.

 

STRUKTUR ORGANISASI YAYASAN

 

 

Kemudian seiring berkembangnya Yayasan, maka Yayasan ini pada tahun 1980 dirubah namanya menjadi “Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya” dengan hasil karyanya ;

1. Mendirikan rumah ibadah Surau-surau untuk mengamalkan dzikirullah/melaksanakan latihan mental spiritual training centre (I’tikaf/suluk) yang sekarang berjumlah 660 Surau di Indonesia bahkan berkembang sampai ke Malaysia dan Amerika. Untuk membentuk hubungan antar Surau, untuk tingkat pusat dibentuk Badan Koordinasi Kesurauan (BKK), sedang untuk tingkat provinsi dibentuk Badan Kerjasama Surau (BKS). Dan semasa hidupnya alm. Bapak Prof. Dr. H. Kadirun Yahya selalu tampil sebagai pemakalah seminar-seminar Nasional dan Internasional yang mengedepankan hal-hal sekitar “Teknologi Al Quran dalam Tasawuf Islam” 15 kali seminar Nasional dan 2 kali seminar Internasional. Tentu saja setelah beliau berpulang para asistennya melanjutkan pekerjaan ini dengan secara berkala.
2. Mendirikan Universitas Pembangunan Panca Budi, di Kampus seluas 5,5 Ha di tengah-tengah kota Medan, Fakultasnya; Ekonomi, Hukum, Pertanian, Teknik, Ilmu Komputer, Agama Islam, Filsafat, Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, Pasca Sarjana Magister Ekonomi. Mendirikan Perguruan Panca Budi dengan sekolahnya; TK, SD, SMP, SMA, SMK-BM, SMK-TI.
3. Pembinaan generasi muda, dengan demikian banyak Surau, tentunya di Surau-Surau tersebut banyak pemuda-pemuda yang kurang mampu melaksanakan kegiatan sambil beribadah dan menjaga Surau juga didorong untuk mengembangkan bakatnya pada pendidikan formal dan informal.

Riwayat pekerjaan alm. Bapak Prof. Dr. H. Kadirun Yahya
Lahir : Pangkalan Brandan, 20 Juni 1917
Wafat : Arco Bogor, 09 Mei 2001

A. Sebelum 17 Agustus 1945

1. Guru Sekolah Muhammadiyah di Tapanuli Selatan 1942-1945

 

B. Sesudah 17 Agustus 1945

1. Kepala industry perang merangkap guru bahasa panglima Sumatera (Mayjend. Suhardjo Hardjowardoyo dengan pangkat Kolonel Inf. di Komandemen Sumatera Bukit Tinggi 1946-1950
2. Staf pengajar SPMA Negeri Padang, tahun 1950-1955
3. Staf pengajar SPMA Negeri Medan, 1955-1961, dan kemudian pindah mnenjadi staf pada Departemen Pertanian (Deptan) Jakarta tahun 1961-1968
4. Ketua Umum Yayasan, tahun 1956-2001
5. Guru besar USU, UNPAD, UNU, UNPAB, Universitas Prof. Dr. Mustopo, SESKOAD, tahun 1960-1978
6. Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi/Perguruan Panca Budi, tahun 1961-1977
7. Aspri Panglima Mandala I Sumatera, sebagai colonel aktif pada masa Dwikora dibawah pimpinan A. Yunus Mokoginta di Sumatera tahun 1964-1965
8. Aspri Panglima Mandala Sumatera, sebagai colonel aktif pada penumpasan G 30 S/PKI dibawah pimpinan Letjend. A. Yunus Mokoginta di Sumatera tahun 1965-1967
9.Anggota Dewan Korator seksi Ilmiah Universitas Negeri Sumatera Utara, tahun 1965-1970
10. Pembantu khusu/Kolonel aktif Dirbinum Hankam, dibawah pimpinan Letjend. R. Sugandhy, tahun 1965-1967
11. Rektor Post Graduate Studies Jakarta (yang pertama di RI), tahun 1968-1971
12. Diperbantukan dari DEPTAN ke Penasehat Ahli Menko Kesra, tahun 1974-1975
13. Penasehat Pribadi Free Lance Menteri Pertahanan Malaysia, tahun 1974-1975
14. Penasehat Ahli Menko Kesra, tahun 1986-2001
15. Penasehat Ahli/Konsultan Direktorat Litbang Mabes Polri Jakarta, tahun 1990-2001
16. Anggota MPR RI, 1993-1997

    nota-kesepakatan-bersama-tentang-penegakan-budabsih-dan-budabhe_65.jpgMedan – Humas Bph. Pada hari Sabtu 25 November 2017 bertempat di gedung A Ruang seminar lantai 1 Kampus Panca Budi diselenggarakan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Tentang Penegakan Budabsih dan Budabhe adalah wujud dan komitmen bersama seluruh devisi yang ada di bawah Yayasan Prof.Dr. Kadirun Yahya. Pembukaan acara di awali dengan pembacaan ayat Suci Al-Qur’an dan saritilawah. Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua umum yayasan “Tekat untuk kita islam itu bersih  dan islam itu sangat tidak suka mubazir,...

Gallery



Statistik Website

Pengunjung hari ini : 21

Total pengunjung : 24759

Hits hari ini : 44

Total Hits : 70354

Pengunjung Online : 2

PANCA BUDI - BERIMAN, BERILMU, BERKARYA